Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

CARA MENGATASI SIARAN TV NO SIGNAL

Menikmati suasana santai adalah hal yang selalu diharapkan oleh orang-orang yang telah seharian bekerja keras. Dengan menonton siaran TV, suasana pikiran menjadi kembali segar dan rasa capainya dapat berkurang bahkan tergantikan dengan semangat baru. Inilah salah satu alasan mengapa manusia butuh refereshing atau penyegaran kembali saat capai, bosan dengan keadaan yang dianggap kurang menyenangkan perasaan. Namun demikian, harapan bersantai yang gagal disebabkan oleh tampilan layar televisi yang gelap dan menampilkan No Signal atau tidak ada sinyal adalah hal yang umumnya sangat menyebalkan. Jika  Anda masih bisa menyaksikan siaran TV kesayangan anda di rumah sebelumnya, tetapi saat beberapa waku kemudian tiba-tiba perintah 'no signal' tampil di layar kaca anda, Anda tak perlu khawatir karena Niassat Service akan membantu Anda menyelesaikan masalah TV Anda tanpa harus memanggil orang lain untuk memperbaikinya (jika Anda mau mengerjakannya). Cara ini sangat berguna tentunya ketika Anda tidak dapat memanggil tekhnisi terdekat di kota Anda ketika dibatasi oleh waktu. Inilah cara terbaik yang Niassat rekomendasikan untuk Anda. Akan tetapi, pelaksanaan ini wajib mengikuti peraturan yang disarankan oleh Niassat Service supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan; singkatnya teliti dan hati-hati melakukannya. Jika merasa tidak sanggup, silakan langsung panggil tekhnisi setempat di kota Anda.

Untuk melakukan perbaikannya, silakan ikuti tutorial berikut ini:
1. Padamkan TV dan receiver parabola Anda, sekaligus cabut cok listriknya untuk menghindari sengatan (13-18 volt DC) yang tidak membahayakan. Namun, suatu kejutan yang aneh bagi kaum non-teknisi. Selanjutnya, silakan cek bagian ujung kabel dari parabola ke Receiver Anda. Terkadang lepas, karatan, atau juga instalasi pada konektor kabel coaxial-nya kurang bagus. Lihat gambar di bawah ini. 
Perhatikan tanda panah pada gambar. Silakan periksa keadaan kabel parabolanya yang menuju RCV (receiver) Televisi Anda. Jika kerusakan hanya terjadi pada daerah ini, maka sinyal TV akan kembali normal. Jika tidak, silakan ikuti langkah selanjutnya.
2. Silakan periksa kabel coaxialnya (kabel parabola) dan pastikan kondisinya dalam keadaan bagus. Jika seandainya putus, silakan hubungkan kembali dengan memisahkan serabut dan kawat tembaganya; jangan sampai berdempetan penyambungannya karena dapat menyebabkan kerusakan RCV dan LNBF parabola Anda ketika dialiri tegangan listrik DC. Lakukan penyambungan kabel dengan teliti dan gunakan isolasi untuk membatasi serabut dan kawat tembaganya. 

Kadang kala, yang sering merumitkan pekerjaan para teknisi adalah ketika mereka mengabaikan pengecekan kabel coaxial. Bahkan, tanpa terlihat putus, kabel coaxial dapat rusak di bagian isinya. Inilah yang wajib diperhatikan dalam mengecek kabel antenna/ parabola. Sesuai dengan pengetahuan penulis bahwa serabut coaxial umumnya dapat mengalami kerapuhan atau putus di dalam bungkusan kabel. Bagaimana mengatahui hal ini? Bagaimana jika saya bukan seorang teknisi? Jika Anda seorang teknisi, hal ini tidak asing bagi anda, tetapi bagi rekan-rekan lain yang tidak menggeluti bidang ini adalah hal yang patut dipahami. Untuk melakukan pengecekan putus tidaknya dapat anda lakukan dengan cara mencoba membengkokkan kabelnya sambil mendengar apakah terdengar suara serabut putus atau tidak. Juga, Anda boleh langsung mengeceknya dengan menggunakan remote TV setelah langkah no.1 di atas sudah dipastikan benar. Caranya: nyalakan TV anda, sambungkan kabel parabola ke RCV, lalu tekan tombol 'info' lalu lihat tampilan kekuatan sinyal atau intensitasnya jika ada. Jika intensitas sinyal kurang dari 50% dengan menggunakan receiver Standard Definition (MPEG2) dapat dicurigai bahwa LNB Anda mulai melemah tetapi hubungan tegangan listrik ke LNB terhubung (kabel bagus). Jika Intensitas sinyal bernilai 0%, maka dapat dicurigai kabel rusak, atau LNB rusak. Tetapi, tidak usah buru-buru menyatakan kerusakannya sebelum melakukan pengecekan selanjutnya. Sebelum pembaca beralih ke langkah ke tiga, satu hal lagi yang dapat anda lakukan yaitu mengecek kabelnya dengan menggunakan Avo Meter (multi-tester). Gunakan Skala x100 ohm. Jika tidak bergerak, dapat dinyatakan kabel rusak/putus. Langkah ini dilakukan dengan melepaskan hubungan kabel ke RCV dan LNB parabola. Sebenarnya, masih banyak cara lain yang bisa dilakukan, hanya saja jika anda bukan teknisi, resiko kerusakan dapat bertambah. Namun, jika dipastikan kabel berkondisi bagus, tetapi masih tetap "no signal",  lakukan langkah ke tiga.
3. Mengecek ujung kabel coaxial di LNB parabola. Silakan gunakan kunci yang sesuai dengan baut parabola Anda, dan lepaskan besi penahan gerak parabola timur-barat. Jangan membuka semua bautnya. Periksa keadaan ujung kabelnya, silakan perbaiki jika ada kerusakan.


Pastikan kondisi ujung kabel yang anda perbaiki dipasang kembali dengan posisi yang benar; seperti posisi sebelum anda lepas. Jangan salah memasang kabel, LNB dapat rusak. Jika hal ini masih tidak membuahkan hasil, silakan lakukan langkah berikutnya. 
4. Melakukan penyetelan arah parabola. Pergerakan dilakukan dengan pelan.


 Untuk memulainya, silakan sambungkan semua kabelnya sesuai pada tempatnya. Nyalakan RCV dan TV anda. Gunakan remote controller RCV anda. Terkadang, jika bukan seorang teknisi, mengetahui remote RCV sulit apalagi kalau di rumah anda terdapat banyak remote televisi, receiver, DVD player dan lainnya. Namun, untuk mengetahui yang mana remote controller-nya, silakan cari yang sesuai dengan merek receivernya. Kemudian, dengan menggunakan r.controller, tekan tombol 'info' pada salah satu siaran yang sebelumnya dapat anda saksikan siarannya sebelum terjadi masalah ini. Contohnya, MNCTV atau RCTI. Dengan menekan tombol 'info' maka akan tampil di layar TV anda perintah seperti pada gambar berikut ini:


Klik pada gambar jika kurang jelas. Pastikan sebelum melakukan penyetelan arah parabola (pointing) kekuatan sinyal (intensitas) ada. Jika menggunakan receiver SD, umunya Intensitas minimal 50% dalam kondisi bagus. Jika menggunakan jenis receiver MPEG4 maupun HD (High Definition), umumnya kondisi normal intensitasnya adalah minimal 42-45%. Terkadang, beberapa jenis receiver HD intensitas sinyal tidak ada jika kualitas sinyal belum ada. Selanjutnya, arahkan antena dengan pelan dan pastikan kualitas sinyal yang baik. Silakan cek siaran televisinya semua jika sudah berkondisi terkunci sinyalnya. (sinyal yang terkunci adalah bahasa pelacakan yang digunakan para teknisi atau programmer yang mana yang terkunci adalah ketepatan posisi  arah antena atau parabola ke jangkauan satelit sehingga dapat menerima sinyal dengan tepat atau maksimal). 


Pengecekan siaran TV wajib dilakukan sebelum dan sesudah selesai penyetelan arah dish parabola ke satelit yang dituju. Pastikan semua langkah yang anda lakukan adalah benar supaya tidak mengakibatkan kerusakan pada barang milik Anda sendiri. Setelah semuanya diselesaikan, layar televisi dengan siaran kesayangan Anda dan keluarga akan kembali hadir seperi semula.

Apabila tutorial ini bermanfaat untuk Anda, silakan tinggalkan komentar dan gabung sebagai sahabat kami di blog ini atau dengan berlangganan artikel melalui email anda di kolom newsletter yang telah disediakan. Demikian saja tutorial cara mengatasi Siaran TV No Signal semoga kunjungan anda ke blog Niassat Service mendapatkan suka cita. Salam dari kami, Ya'ahowu.


Niassat Service,
Gunungsitoli.

Post a Comment for "CARA MENGATASI SIARAN TV NO SIGNAL "