Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

HAL-HAL YANG DIPERHATIKAN KETIKA MEMASANG CCTV

Closed Circuit Television atau yang lebih dikenal dengan singkatan CCTV merupakan suatu perangkat elektronik yang menggunakan kamera video untuk mentransmisikan gambar (juga audio) ke sejumlah televisi tertentu pada jaringan atau sirkuit yang sama. CCTV tidak lagi menjadi perangkat asing tentunya bagi pembaca di mana pada zaman sekarang sudah banyak yang menggunakan perangkat ini baik di rumah pribadi, penginapan, toko, kantor, restaurant, hotel, sekolah, maupun di tempat tertentu lainnya. Dari sejumlah pengalaman Niassat team di lapangan, penulis ingin berbagi kepada pembaca yang membutuhkan informasi tentang CCTV di maksud supaya dapat membantu memberikan informasi sebagai panduan terhadap hal penting yang wajib diperhatikan ketika melakukan instalasi CCTV, baik di rumah sendiri maupun orang lain. 
Ada berbagai macam bentuk atau jenis CCTV yang dapat digunakan untuk memonitoring atau mengawasi suatu lokasi baik yang menggunakan kabel maupun yang nir kabel (wireless). Semua banyak pilihan yang dapat anda gunakan, tergantung pada keinginan anda tentunya. Sebelum penulis menguraikan hal-hal yang wajib diperhatikan dalam instalasinya, penulis ingin menjelaskan fungsi umum dari CCTV ini. Fungsi utama CCTV ini adalah menyimpan data rekaman dari kamera videonya hingga batas kapasitas tertentu yang dimiliki oleh Digital Video Recorder (DVR). Meskipun namanya Digital Video Recorder yang dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yaitu Perekam vidio dengan bersistem digital; namanya mengususkan ke video atau gambar tetapi umumnya keluaran DVR terbaru ada yang bisa merekam gambar dan suara. Akan tetapi dengan merekam suara, biasanya ukuran memory yang tidak berkapasitas besar akan cepat penuh. Jika penuh, rekamannya akan menimpa yang lama dan memuat yang baru atau tidak memuat masukan data sama sekali sesuai pengaturan yang telah diaktifkan oleh teknisinya. Memory untuk menyimpan data hasil pantauan kamera videonya menggunakan HDD (Hard Disk Drive), memory SD dan lainnya sesuai dengan kebutuhan produk CCTV-nya. Selain itu, jenis kamera-nya juga bermacam-macam, namun penulis menyarankan pembaca untuk menggunakan yang berkualitas HD di mana umumnya yang berkualitas gambar HD akan lebih bagus. Tetapi perlu perhatikan apakah DVR yang anda gunakan mendukung sistem HD (High Definition) atau tidak. Jika kamera HD digunakan untuk DVR non-HD, umumnya tidak dapat mentransmisikan gambar, tetapi kamera yang non-HD dipasangkan ke DVR HD terkadang bisa berfungsi, hanya saja alangkah lebih baiknya jika kamera dan DVR-nya sesuai untuk menghasilkan gambar pantuan yang lebih bagus. 

Jika pembaca adalah seorang teknisi, hal ini tidak lagi asing tetapi jika pembaca bukan teknisi disarankan untuk tidak menginstalasi wired CCTV tanpa pengetahuan di dalamnya untuk menghindari kerusakan yang tidak diharapkan. Jika salah memasang kabel atau instalasinya berhubungan singkat, itu bisa membuat  DVR atau kameranya langsung rusak; terlebih jika menggunakan power supply CCTV model yang terdapat pada gambar di atas, wajib hati-hati dan teliti. Tidak dianjurkan kepada non-teknisi. Penulis tidak bertanggung jawab terhadap segala risiko dengan alasan apapun. Jika anda membutuhkan layanan, silakan minta jasa teknisi setempat di daerah anda.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam instalasi CCTV untuk menghindari kegagalan dan kerusakan yang tak diharapkan:

Pemasangan Coaxial Cable untuk CCTV
Pekerjaan yang membutuhkan waktu lebih lama dalam instalasi cctv adalah pemasangan coaxial cable-nya jika jenis cctv-nya adalah yang menggunakan cable, di mana setiap kamera videonya umumnya memiliki jalur tersendiri hingga ke DVR-nya. Hal-hal yang penting untuk diperhatikan dalam pemasangan kabelnya adalah sebagai berikut:

1. Tipe kabel yang anda gunakan menentukan kapasitas transmisi yang optimal jika diinstalasi dengan baik. Perhatikan jenis kabel yang anda gunakan, ada yang RG 59, RG 6 atau RG 11. Jenis kabel ini umumnya memiliki jangkauan maksimal di mana rata-ratanya RG-59 dapat menjangkau jarak 200-300 meter, RG-6 dapat menjangkau jarak 300-450 meter, RG-11 dapat menjangkau jarak 450-600 meter. Dalam kondisi kabel yang bagus akan menjangkau jarak maksimumnya, jika kualitas kabelnya rendah maka hasil gambar/ videonya akan blur (kurang jelas) atau bergaris.

2. Perhatikan pemasangan kabel pada jack BNC-nya. Jangan sampai serabut (metal shield) bersentuhan dengan konduktor intinya. Jika bersentuhan kamera videonya atau adaptornya dapat langsung rusak.

3. Perhatikan pemasangan kabel jarak jauh. Usahakan tidak memotong kabelnya, jika terpaksa dipotong mengingat kondisi medannya, maka untuk menyambungnya usahakan menyolderkan timah pada persambungannnya untuk hasil yang maksimal.

4. Perhatikan jalur pengkabelan dari luar ke dalam ruangan agar tidak mengalirkan air ke dalam rumah ketika hujan apalagi jika mengenai DVR-nya.

5. Perhatikan penempatan kabel dalam kondisi ditanam di beton. Gunakan pipa khusus untuk menjaga keutuhannya dan usahakan kabel yang ditanam memiliki rongga udara melalui saluran pipa pelindungnya supaya tidak cepat membusuk/ rusak karena penguapan tanah, dll.

6. Perhatikan pemasangan kabel pada power supply-nya. Jangan sampai terbalik kutub pasangannya, kamera bisa langsung rusak. Jika adaptornya menggunakan setelan voltage, usahakan sesuaikan dengan kebutuhan kameranya (biasanya 12 volt DC).

7. Perhatikan pemasangan kabel di luar ruangan, usahakan terlindung dari cuaca panas; terlebih di daerah yang sangat dekat dengan air laut, kabel cepat rusak di luar ruangan.

8. Perhatikan pemasangan kabelnya, jangan sampai terlipat hingga konduktornya/ serabutnya terputus.

9. Jangan memasang kabel di bagian atas tungku masak, kabel cepat rusak.

10. Perhatikan pemasangan kabelnya, jangan sampai digenangi air dalam jangka waktu lama.


Pemasangan Jack BNC CCTV

11. Perhatikan jack BNC-nya untuk ujung kabel. Jangan gunakan jack yang nyaris rusak. Hasil video tidak akan maksimal.

12. Perhatikan penggunaan jack BNCnya. Jangan menggunakan sambungan jack BNC di luar ruangan yang dapat dialiri air dengan mudah.

13. Perhatikan jenis BNC-nya, jika memasangnya, penyolderan timah pada metal shield ke BNC akan memaksimalkan hasil video atau gambar.

Pemasangan Kamera Videonya

14. Perhatikan letak fokus kameranya, jangan menghadap pada pantulan cahaya. Silau.

15. Perhatikan pemasangan kamera di dalam dan di luar ruangan. Gunakan jenis outdoor camera di luar ruangan untuk menghindari kerusakan. Umumnya kamera luar ruangan memiliki pelindung.

16. Perhatikan pemasangan kamera yang bergerak, jangan sampai mengenai benda lain di sekitarnya.

17. Perhatikan pemasangan kamera di dalam ruangan. Hindari pemasangan di tempat yang terlarang seperti kamar mandi.

18. Perhatikan kebersihan lensa kameranya. Bersihkan kalau kotor.

19. Perhatikan penggunaan kamera pada tempat gelap. Gunakan jenis kamera yang memiliki infrared (infra merah).

20. Perhatikan jangkauan pemasangan kamera videonya terhadap fokus lokasi/ objek yang akan dipantau (sesuaikan).

Itulah beberapa hal yang penting untuk diperhatikan dalam instalasi CCTV, untuk perkembangan informasi selanjutnya, penulis akan memuatnya dalam artikel baru. Terima kasih telah singgah membaca. Jika artikel ini bermanfaat, silakan bagikan ke teman anda. Terima kasih, ya'ahowu!

Niassat Service,
Gunungsitoli.


Post a Comment for "HAL-HAL YANG DIPERHATIKAN KETIKA MEMASANG CCTV"